Cermati Kehalalan Bahan Baking

Jumat, 18 September 2009

Kita yang hidup di Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim sering menganggap bahwa makanan di sekitar kita yang tidak mengandung babi pastilah halal. Roti dan kue yang biasa kita beli sehari-hari kita pikir halal dan aman-aman saja, apalagi penjual dan pembuatnya toh muslim juga. Tapi.. oopss, benarkah demikian? Coba deh kita lihat bahannya ya?



1. Tepung terigu
Terigu digiling dari tanaman gandum, jelas terigu adalah bahan makanan yang tidak bermasalah. Persoalan muncul ketika terigu ditambahkan dengan zat-zat tambahan tertentu yang tidak boleh dikonsumsi kaum muslim, orang yang berpantangan memakan daging babi dan bagian tubuh manusia, atau pantang memakan hewan, seperti kaum vegetarian.
Di Indonesia sendiri ada SNI 01-3751-2006 yang mewajibkan bahwa tepung terigu untuk bahan makanan yang diproduksi dan diedarkan di Indonesia harus ditambahkan fortifikasi vitamin dan mineral (dalam hal ini zat besi, seng, vitamin B1, vitamin B2, dan asam folat). Titik kritisnya ada pada vitamin ini, yang perlu jelas sumber dan proses pembuatannya. Juga jenis penstabilnya yang biasa memakai gelatin. Tidak semua gelatin halal. Untuk yang berasal dari lemak nabati tidaklah masalah, namun bila gelatin berasal dari lemak hewani patutlah diteliti karena kebanyakan bahan bakunya berasal dari lemak babi.
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LP POM MUI) Mei lalu mengungkapkan terigu impor asal Cina ternyata mengandung L-sistein (sumber: halalguide.info). Zat ini berfungsi sebagai improving agent yang dapat meningkatkan sifat-sifat tepung terigu yang diinginkan dalam pembuatan kue. Sistein dapat melembutkan protein utama gandum sehingga adonan kue atau roti menjadi lembut. Selain itu juga membuat adonan mengembang lebih besar. Menurut Prof. Dr. Hj. Aisjah Girindra, Ketua LP POM MUI, L-sistein dalam terigu impor ini dibuat dari rambut manusia. Nah lho… haram kan?



2. Mentega Putih (shortening)
Biasa digunakan dalam pembuatan roti dan pastry. Mentega putih terbuat dari lemak tumbuhan atau hewan, bahkan adakalanya campuran dari lemak hewani dan nabati. Bila mengandung unsur lemak hewani, status kehalalannya perlu dipertanyakan.



3. Margarine
Awalnya margarine dibuat untuk menggantikan fungsi mentega. Margarine terbuat dari lemak nabati. Yang perlu dicermati adalah bahan tambahan penyertanya seperti flavor, emulsifier dan pewarna yang seringkali diragukan kehalalannya.



4. Bahan Pengembang (Leavening agent/improver)
Diperlukan untuk mengembangkan adonan dan membesarkan volume roti/kue. Jenis yang sering digunakan dalam kue/cake adalah baking soda. Dibuat secara sintetis dari bahan kimia bernama sodium bikarbonat dan statusnya halal. Jenis pengembang lain disebut baking powder, merupakan campuran baking soda dengan asam pengembang atau cream of tartar. Nah… kehalalan cream of tartar dipertanyakan karena terbuat dari hasil sampingan industri minuman beralkohol yang kemudian direaksikan dengan garam kalium. Ada jenis bread improver seperti alpha amylase yang berfungsi melembutkan tekstur roti. Pembuatan atau sintesa alpha amylase ini patut dicermati proses dan bahan yang ditambahkan di dalamnya.



5. Coklat bubuk
Bubuk coklat tidak bermasalah dari segi kehalalan. Karena bahan baku utamanya adalah buah cacao yang diekstrak. Namun bubuk coklat yang sekarang ini beredar di pasaran ada yang ditambahkan dengan flavor coklat untuk memberikan rasa yang lebih tegas. Di sinilah letak kritis keharamannya, karena tidak sedikit bahan flavor mengandung unsur yang tidak halal.


Kalau ada tepung terigu dan bahan tambahan makanan yang aman dan dapat diterima masyarakat luas, mengapa produsen memilih bahan baku yang berpotensi mendatangkan keresahan bagi konsumennya? Ini adalah dampak dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan penerapan bioteknologi dalam industri pangan. Kemajuan ini memungkinkan para produsen mempunyai pilihan. Sebagai pihak yang harus berpikir profit oriented, yang dicari adalah bagaimana mengupayakan produktivitas dan kualitas produk yang tinggi dengan biaya produksi serendah mungkin, dengan harapan produk dapat dipasarkan dengan harga bersaing dan laba yang lebih banyak.


Kenyataannya, biasanya produk yang tidak terjamin kehalalannya di pasaran dijual dengan harga lebih murah. Contohnya tepung terigu yang mengandung L-sistein rambut manusia dijual dengan harga lebih murah dari pada terigu produksi pabrik lokal yang terjamin kehalalannya.


Jadi.. para bakul kue, tukang roti, dan kita-kita nih yang terjun dalam industri pangan memang musti teliti dalam memilih bahan dan jangan sampai terserempet pada hal-hal yang subhat.

Cermati Kehalalan Bahan Baking

Kita yang hidup di Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim sering menganggap bahwa makanan di sekitar kita yang tidak mengandung babi pastilah halal. Roti dan kue yang biasa kita beli sehari-hari kita pikir halal dan aman-aman saja, apalagi penjual dan pembuatnya toh muslim juga. Tapi.. oopss, benarkah demikian? Coba deh kita lihat bahannya ya?



1. Tepung terigu
Terigu digiling dari tanaman gandum, jelas terigu adalah bahan makanan yang tidak bermasalah. Persoalan muncul ketika terigu ditambahkan dengan zat-zat tambahan tertentu yang tidak boleh dikonsumsi kaum muslim, orang yang berpantangan memakan daging babi dan bagian tubuh manusia, atau pantang memakan hewan, seperti kaum vegetarian.
Di Indonesia sendiri ada SNI 01-3751-2006 yang mewajibkan bahwa tepung terigu untuk bahan makanan yang diproduksi dan diedarkan di Indonesia harus ditambahkan fortifikasi vitamin dan mineral (dalam hal ini zat besi, seng, vitamin B1, vitamin B2, dan asam folat). Titik kritisnya ada pada vitamin ini, yang perlu jelas sumber dan proses pembuatannya. Juga jenis penstabilnya yang biasa memakai gelatin. Tidak semua gelatin halal. Untuk yang berasal dari lemak nabati tidaklah masalah, namun bila gelatin berasal dari lemak hewani patutlah diteliti karena kebanyakan bahan bakunya berasal dari lemak babi.
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LP POM MUI) Mei lalu mengungkapkan terigu impor asal Cina ternyata mengandung L-sistein (sumber: halalguide.info). Zat ini berfungsi sebagai improving agent yang dapat meningkatkan sifat-sifat tepung terigu yang diinginkan dalam pembuatan kue. Sistein dapat melembutkan protein utama gandum sehingga adonan kue atau roti menjadi lembut. Selain itu juga membuat adonan mengembang lebih besar. Menurut Prof. Dr. Hj. Aisjah Girindra, Ketua LP POM MUI, L-sistein dalam terigu impor ini dibuat dari rambut manusia. Nah lho… haram kan?



2. Mentega Putih (shortening)
Biasa digunakan dalam pembuatan roti dan pastry. Mentega putih terbuat dari lemak tumbuhan atau hewan, bahkan adakalanya campuran dari lemak hewani dan nabati. Bila mengandung unsur lemak hewani, status kehalalannya perlu dipertanyakan.



3. Margarine
Awalnya margarine dibuat untuk menggantikan fungsi mentega. Margarine terbuat dari lemak nabati. Yang perlu dicermati adalah bahan tambahan penyertanya seperti flavor, emulsifier dan pewarna yang seringkali diragukan kehalalannya.



4. Bahan Pengembang (Leavening agent/improver)
Diperlukan untuk mengembangkan adonan dan membesarkan volume roti/kue. Jenis yang sering digunakan dalam kue/cake adalah baking soda. Dibuat secara sintetis dari bahan kimia bernama sodium bikarbonat dan statusnya halal. Jenis pengembang lain disebut baking powder, merupakan campuran baking soda dengan asam pengembang atau cream of tartar. Nah… kehalalan cream of tartar dipertanyakan karena terbuat dari hasil sampingan industri minuman beralkohol yang kemudian direaksikan dengan garam kalium. Ada jenis bread improver seperti alpha amylase yang berfungsi melembutkan tekstur roti. Pembuatan atau sintesa alpha amylase ini patut dicermati proses dan bahan yang ditambahkan di dalamnya.



5. Coklat bubuk
Bubuk coklat tidak bermasalah dari segi kehalalan. Karena bahan baku utamanya adalah buah cacao yang diekstrak. Namun bubuk coklat yang sekarang ini beredar di pasaran ada yang ditambahkan dengan flavor coklat untuk memberikan rasa yang lebih tegas. Di sinilah letak kritis keharamannya, karena tidak sedikit bahan flavor mengandung unsur yang tidak halal.


Kalau ada tepung terigu dan bahan tambahan makanan yang aman dan dapat diterima masyarakat luas, mengapa produsen memilih bahan baku yang berpotensi mendatangkan keresahan bagi konsumennya? Ini adalah dampak dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan penerapan bioteknologi dalam industri pangan. Kemajuan ini memungkinkan para produsen mempunyai pilihan. Sebagai pihak yang harus berpikir profit oriented, yang dicari adalah bagaimana mengupayakan produktivitas dan kualitas produk yang tinggi dengan biaya produksi serendah mungkin, dengan harapan produk dapat dipasarkan dengan harga bersaing dan laba yang lebih banyak.


Kenyataannya, biasanya produk yang tidak terjamin kehalalannya di pasaran dijual dengan harga lebih murah. Contohnya tepung terigu yang mengandung L-sistein rambut manusia dijual dengan harga lebih murah dari pada terigu produksi pabrik lokal yang terjamin kehalalannya.


Jadi.. para bakul kue, tukang roti, dan kita-kita nih yang terjun dalam industri pangan memang musti teliti dalam memilih bahan dan jangan sampai terserempet pada hal-hal yang subhat.

Mengenal Yoghurt

Rabu, 16 September 2009

Jengah minum yoghurt karena takut gemuk? Karena yoghurt adalah produk olahan dari susu? Eits… tunggu dulu… bagi perempuan yang rentan terhadap osteoporosis n gak suka minum susu, mungkin yoghurt ini bisa jadi pilihan lho, mengingat sekarang yoghurt tampil dengan aneka rasa dan bentuk, dari rasa buah-buahan dan sejenisnya hingga bentuk frozen yoghurt (fro-yo) yang lagi trend di Jakarta.


Ya, yoghurt memang terbuat dari susu. Susu difermentasi dengan bantuan mikroba dan diperolehlah perubahan tekstur susu yang awalnya cair menjadi yoghurt yang agak kental. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa mikroba yang berperan dalam pembentukan yoghurt tersebut adalah golongan mikroba penghasil asam laktat, yaitu Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus burgaricus. Jadi, yoghurt bisa dibuat dari susu, kapan saja dan di mana saja, asalkan bakteri yang bertugas dalam proses fermentasi tersebut ada.


Lalu apakah yohurt punya khasiat yang sama dengan susu? Hasil penelitian menyimpulkan bahwa khasiat yoghurt ternyata jauh lebih baik dari susu dikarenakan proses fermentasi ini. Selain tetap memiliki kalsium susu, kandungan vitamin dalam yoghurt lebih tinggi, terutama Vitamin B kompleks, asam folat, asam pantotenat, dan biotin. Manfaat lainnya, bakteri baik (bakteri asam laktat) yang ada dalam yoghurt justru membantu keseimbangan mikroflora dalam usus sehingga pencernaan menjadi lebih lancar. Laktosa (gula susu) yang menjadi biang penyebab diare pada penderita lactose intolerance, di dalam yoghurt sudah diuraikan menjadi gula-gula yang lebih sederhana.


Jadi, jangan ragu beralih ke yoghurt untuk mendapatkan asupan kalsium plus khasiat lain yang tidak ada dalam segelas susu.

Mengenal Yoghurt

Jengah minum yoghurt karena takut gemuk? Karena yoghurt adalah produk olahan dari susu? Eits… tunggu dulu… bagi perempuan yang rentan terhadap osteoporosis n gak suka minum susu, mungkin yoghurt ini bisa jadi pilihan lho, mengingat sekarang yoghurt tampil dengan aneka rasa dan bentuk, dari rasa buah-buahan dan sejenisnya hingga bentuk frozen yoghurt (fro-yo) yang lagi trend di Jakarta.


Ya, yoghurt memang terbuat dari susu. Susu difermentasi dengan bantuan mikroba dan diperolehlah perubahan tekstur susu yang awalnya cair menjadi yoghurt yang agak kental. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa mikroba yang berperan dalam pembentukan yoghurt tersebut adalah golongan mikroba penghasil asam laktat, yaitu Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus burgaricus. Jadi, yoghurt bisa dibuat dari susu, kapan saja dan di mana saja, asalkan bakteri yang bertugas dalam proses fermentasi tersebut ada.


Lalu apakah yohurt punya khasiat yang sama dengan susu? Hasil penelitian menyimpulkan bahwa khasiat yoghurt ternyata jauh lebih baik dari susu dikarenakan proses fermentasi ini. Selain tetap memiliki kalsium susu, kandungan vitamin dalam yoghurt lebih tinggi, terutama Vitamin B kompleks, asam folat, asam pantotenat, dan biotin. Manfaat lainnya, bakteri baik (bakteri asam laktat) yang ada dalam yoghurt justru membantu keseimbangan mikroflora dalam usus sehingga pencernaan menjadi lebih lancar. Laktosa (gula susu) yang menjadi biang penyebab diare pada penderita lactose intolerance, di dalam yoghurt sudah diuraikan menjadi gula-gula yang lebih sederhana.


Jadi, jangan ragu beralih ke yoghurt untuk mendapatkan asupan kalsium plus khasiat lain yang tidak ada dalam segelas susu.

Membuat Mie

Kamis, 10 September 2009

Salah seorang teman di milis ada yang nanya jenis tepung apa yang cocok untuk membuat adonan mie. Jenis tepung yang bisa dipakai adalah tepung terigu yang proteinnya tinggi atau sedang. Bedanya bila pakai yang protein tinggi maka mie yang dihasilkan lebih kenyal sedangkan dengan terigu protein sedang hasilnya lebih lunak. Bisa juga dengan mencampurnya dengan perbandingan 50:50.
Pilihan merk terigu protein tinggi adalah Cakra Kembar, Kereta Kencana, Tali Emas, Kantil, dan Gerbang. Sedangkan merk terigu protein sedang antara lain Segitiga Biru, Gunung Bromo, Beruang Biru, Melati, dan Gunung.

Nah… berikut adalah resep standar membuat mie basah. Namanya juga standar jadi bisa dimodif sendiri. Yang wajib ada jelas terigu, air, n garam dong. Telur n air abu sifatnya optional.

Bahan- bahan :
1. Tepung terigu protein tinggi/sedang 500 gram
2. Garam 10 gram
3. Air abu 2 gram (bisa dihilangkan)
4. Air + 175 cc (bisa ditambah telur tapi jumlah air dikurangi dengan volume telur yang dipakai)

Cara membuatnya:
1. Timbang masing-masing bahan dengan tepat.
2. Larutkan air abu dan garam dalam air.
3. Tuang larutan tersebut ke dalam terigu, aduk hingga rata.
4. Tuang adonan ke dalam kantong plastik dan istirahatkan selama 10 menit.
5. Tipiskan adonan dengan mesin mie hingga mencapai ketebalan yang diinginkan.
6. Potong adonan dengan mesin mie sesuai selera.
7. Rebus dalam air mendidih hingga matang (+ 2 menit).
8. Angkat, siram dengan air dingin dan tiriskan.
9. Beri minyak goreng secukupnya, aduk hingga rata.
10. Selanjutnya mie siap untuk dimasak sesuai selera.

Membuat Mie

Salah seorang teman di milis ada yang nanya jenis tepung apa yang cocok untuk membuat adonan mie. Jenis tepung yang bisa dipakai adalah tepung terigu yang proteinnya tinggi atau sedang. Bedanya bila pakai yang protein tinggi maka mie yang dihasilkan lebih kenyal sedangkan dengan terigu protein sedang hasilnya lebih lunak. Bisa juga dengan mencampurnya dengan perbandingan 50:50.
Pilihan merk terigu protein tinggi adalah Cakra Kembar, Kereta Kencana, Tali Emas, Kantil, dan Gerbang. Sedangkan merk terigu protein sedang antara lain Segitiga Biru, Gunung Bromo, Beruang Biru, Melati, dan Gunung.

Nah… berikut adalah resep standar membuat mie basah. Namanya juga standar jadi bisa dimodif sendiri. Yang wajib ada jelas terigu, air, n garam dong. Telur n air abu sifatnya optional.

Bahan- bahan :
1. Tepung terigu protein tinggi/sedang 500 gram
2. Garam 10 gram
3. Air abu 2 gram (bisa dihilangkan)
4. Air + 175 cc (bisa ditambah telur tapi jumlah air dikurangi dengan volume telur yang dipakai)

Cara membuatnya:
1. Timbang masing-masing bahan dengan tepat.
2. Larutkan air abu dan garam dalam air.
3. Tuang larutan tersebut ke dalam terigu, aduk hingga rata.
4. Tuang adonan ke dalam kantong plastik dan istirahatkan selama 10 menit.
5. Tipiskan adonan dengan mesin mie hingga mencapai ketebalan yang diinginkan.
6. Potong adonan dengan mesin mie sesuai selera.
7. Rebus dalam air mendidih hingga matang (+ 2 menit).
8. Angkat, siram dengan air dingin dan tiriskan.
9. Beri minyak goreng secukupnya, aduk hingga rata.
10. Selanjutnya mie siap untuk dimasak sesuai selera.

Mengenal Pabrik Terigu di Indonesia

Sabtu, 05 September 2009

teriguMau lebaran nih… biasanya terigu jadi laris manis n kita-kita jadi belepotan terigu karena sibuk bikin kue kering n cake buat lebaran. Ngomongin terigu di Indonesia … orang selalu menyebut Bogasari produsennya. Emang sih dengan total kapasitas 15.900 ton giling gandum/hari n jumlah karyawan yang mencapai 4.000 orang, jadilah Bogasari industi terigu pertama n terbesar di Indonesia dan merupakan instalasi pabrik terigu dalam satu lokasi yang terbesar di dunia juga lho.
pabrik-teriguTapi ternyata gak banyak yang tau ya kalo industri terigu di Indonesia sekarang sudah berkembang pesat.
Berikut adalah pabrik terigu di Indonesia yang sekarang ada dengan kapasitas gilingnya masing-masing:
- PT Bogasari Flour Mills, Jakarta – 10.000 ton/hari
- PT Bogasari Flour Mills, Surabaya – 5.900 ton/hari
- PT Eastern Pearl Flour Mills, Makassar (dulu Berdikari Sari Utama FM) – 2.900 ton/hari
- PT Sriboga Ratu Raya Flour Mills, Semarang – 1.500 ton/hari
- PT Panganmas Inti Persada, Cilacap – 1.000 ton/hari
- PT Fugui Flour & Grain Indonesia, Gresik – 1.000 ton/hari


Yang di bawah ini belum jelas antara produksi or trader. Denger-denger ada produksinya juga meski kecil:
- PT Purnomo Sejati Flour Mills, Sidoarjo - …
- PT Berkat Indah Gemilang, Tangerang - …


Nah.. yang berikut ini masih proyek dan dijadwalkan mulai berproduksi tahun depan, dengan kapasitas giling 500-1.000 ton gandum/hari:
- PT Pundi Kencana, Cilegon
- PT Cerestar Flour Mills, Cilegon
- PT Lumbung Nasional Flour Mill, Bekasi


Yang ini, sudah mengantongi ijin sejak 2005, tapi belum terdengar kabarnya (maafkan kalo ternyata sayanya yang kuper n belum updated):
- PT Asia Raya, Jawa Timur
- PT Kwala Intan New Grain, Medan


Kabar baiknya buat para pengguna terigu, industri makanan berbasis terigu, mereka bisa memilih terigu mana yang pas n sesuai dengan kebutuhannya. Bagi pabrik terigu sendiri pastilah akan berlomba-lomba untuk konsisten dalam kualitas dengan harga terjangkau. Bagi industri terigu Indonesia tentunya mengurangi impor terigu. Bagi profesional/praktisi di industri terigu, kesempatan kerja n karir pun bertambah. Nah, ternyata banyak pihak yang diuntungkan ya? Insya Allah… Semoga makin maju deh perteriguan di Indonesia.

Mengenal Pabrik Terigu di Indonesia

teriguMau lebaran nih… biasanya terigu jadi laris manis n kita-kita jadi belepotan terigu karena sibuk bikin kue kering n cake buat lebaran. Ngomongin terigu di Indonesia … orang selalu menyebut Bogasari produsennya. Emang sih dengan total kapasitas 15.900 ton giling gandum/hari n jumlah karyawan yang mencapai 4.000 orang, jadilah Bogasari industi terigu pertama n terbesar di Indonesia dan merupakan instalasi pabrik terigu dalam satu lokasi yang terbesar di dunia juga lho.
pabrik-teriguTapi ternyata gak banyak yang tau ya kalo industri terigu di Indonesia sekarang sudah berkembang pesat.
Berikut adalah pabrik terigu di Indonesia yang sekarang ada dengan kapasitas gilingnya masing-masing:
- PT Bogasari Flour Mills, Jakarta – 10.000 ton/hari
- PT Bogasari Flour Mills, Surabaya – 5.900 ton/hari
- PT Eastern Pearl Flour Mills, Makassar (dulu Berdikari Sari Utama FM) – 2.900 ton/hari
- PT Sriboga Ratu Raya Flour Mills, Semarang – 1.500 ton/hari
- PT Panganmas Inti Persada, Cilacap – 1.000 ton/hari
- PT Fugui Flour & Grain Indonesia, Gresik – 1.000 ton/hari


Yang di bawah ini belum jelas antara produksi or trader. Denger-denger ada produksinya juga meski kecil:
- PT Purnomo Sejati Flour Mills, Sidoarjo - …
- PT Berkat Indah Gemilang, Tangerang - …


Nah.. yang berikut ini masih proyek dan dijadwalkan mulai berproduksi tahun depan, dengan kapasitas giling 500-1.000 ton gandum/hari:
- PT Pundi Kencana, Cilegon
- PT Cerestar Flour Mills, Cilegon
- PT Lumbung Nasional Flour Mill, Bekasi


Yang ini, sudah mengantongi ijin sejak 2005, tapi belum terdengar kabarnya (maafkan kalo ternyata sayanya yang kuper n belum updated):
- PT Asia Raya, Jawa Timur
- PT Kwala Intan New Grain, Medan


Kabar baiknya buat para pengguna terigu, industri makanan berbasis terigu, mereka bisa memilih terigu mana yang pas n sesuai dengan kebutuhannya. Bagi pabrik terigu sendiri pastilah akan berlomba-lomba untuk konsisten dalam kualitas dengan harga terjangkau. Bagi industri terigu Indonesia tentunya mengurangi impor terigu. Bagi profesional/praktisi di industri terigu, kesempatan kerja n karir pun bertambah. Nah, ternyata banyak pihak yang diuntungkan ya? Insya Allah… Semoga makin maju deh perteriguan di Indonesia.

Kangen Tongseng

Jumat, 04 September 2009

Secara sayanya sejak domisili di Jatim gak pernah ngrasain tongseng, jadi ngidam deh makan tongseng kambing. Saking kangennya jadi luangin waktu buat masak sendiri (hik..hiks..) buat berbuka puasa minggu kemarin. Hasilnya not bad, tapi masih belum menghilangkan kangenku. Inginku yang rasanya pedes menggigit itu loh. Duh Bu Fat (NCC) bikinin resep buat tongseng pedes dong.. Masak tinggal ditambahin cabe? Kayaknya gak deh.


Ini aku sharingkan resep yang kucoba dari webnya NCC. Tapi aku cuman nyoba 1/4 resep ajaah..



Bahan:
1 kg daging kambing campur tulang
5 sdm minyak untuk menumis.

Bumbu haluskan:
2 sdm ketumbar, sangrai
10 bh bawang merah
6 bh bawang putih
1 sdt jintan
½ sdt biji pala
1 sdt garam

Bumbu lain:
6 lbr daun jeruk purut
2 lbr daun salam
1 btng sereh, memarkan
1 ltr kuah gulai siap pakai.
6 sdm kecap manis
5 lbr daun kol
2 bh tomat, belah 4.

Cara membuatnya:
Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga wangi, masukkan daging kambing, aduk-aduk supaya terlumuri bumbu dan daging berubah warna. Masukkan daun jeruk, daun salam dan sereh, aduk rata, masak terus hingga mendidih dan daging empuk.
Menjelang diangkat, masukkan kol yang sudah dipotong kasar, dan tomat. Tutup wajan sebentar. Angkat.

Kangen Tongseng

Secara sayanya sejak domisili di Jatim gak pernah ngrasain tongseng, jadi ngidam deh makan tongseng kambing. Saking kangennya jadi luangin waktu buat masak sendiri (hik..hiks..) buat berbuka puasa minggu kemarin. Hasilnya not bad, tapi masih belum menghilangkan kangenku. Inginku yang rasanya pedes menggigit itu loh. Duh Bu Fat (NCC) bikinin resep buat tongseng pedes dong.. Masak tinggal ditambahin cabe? Kayaknya gak deh.


Ini aku sharingkan resep yang kucoba dari webnya NCC. Tapi aku cuman nyoba 1/4 resep ajaah..



Bahan:
1 kg daging kambing campur tulang
5 sdm minyak untuk menumis.

Bumbu haluskan:
2 sdm ketumbar, sangrai
10 bh bawang merah
6 bh bawang putih
1 sdt jintan
½ sdt biji pala
1 sdt garam

Bumbu lain:
6 lbr daun jeruk purut
2 lbr daun salam
1 btng sereh, memarkan
1 ltr kuah gulai siap pakai.
6 sdm kecap manis
5 lbr daun kol
2 bh tomat, belah 4.

Cara membuatnya:
Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga wangi, masukkan daging kambing, aduk-aduk supaya terlumuri bumbu dan daging berubah warna. Masukkan daun jeruk, daun salam dan sereh, aduk rata, masak terus hingga mendidih dan daging empuk.
Menjelang diangkat, masukkan kol yang sudah dipotong kasar, dan tomat. Tutup wajan sebentar. Angkat.

A Note of Baking and Food Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino