Muffin Keju Mini

Selasa, 17 November 2009

Tergelitik lihat cetakan muffin yang imut banget di Arvian n membelinya, jadilah proyek kali ini sebenarnya mau nyobain cetakan muffin baru, he..he.. Cetakan 12 pcs diameter atas 5 cm n diameter bawah 3 cm dengan tinggi 2 cm. Imut ya..?


Ide resep dari muffin kejunya Evenna Chang yang dimodifikasi sesuai mood n bahan yang ada di dapur.



Bahan:
- 50 gr butter
- 75 gr mentega
- 50 ml susu cair (aku pake 10 gram susu bubuk dilarutkan dengan 40 ml air)
- 110 gr gula pasir
- 2 butir telur
- 200 gram tepung terigu protein sedang
- ½ sdt baking powder
- 100 gram keju parut (75 gram masuk adonan, 25 gr untuk taburan)

Cara Membuat:




  1. Masak butter dan margarine bersama susu cair hingga meleleh, angkat, sisihkan.

  2. Kocok telur dan gula hingga lembut, masukkan susu dan butter/margarine yang sudah dilelehkan tadi, tambahkan keju, aduk perlahan hingga rata.

  3. Masukkan tepung terigu yang sudah dicampur dengan baking powder, aduk rata.

  4. Tuang adonan ke dalam cetakan muffin mini yang sudah dialas cup paper, tabur keju parut di atasnya, panggang dengan suhu 180 derajat Celsius selama 25 menit.


Hasil: 30 buah muffin mini.

Fenomena Bread Staling

Senin, 16 November 2009

Sumber: Hendry Noer F., Food Review Indonesia

Bread staling dapat menyebabkan perubahan, baik dari fisik maupun kimia. Perubahan tersebut akan mempengaruhi rasa, aroma, kekerasan, opacity, crystallinity, crumbliness, kapasitas penyerapan air, kerentanan untuk diserang β-amylase, dan crumb soluble starch content. Banyak penelitian telah dilakukan berkaitan dengan bread staling. Sebab fenomena ini sangat mempengaruhi kualitas roti. Walaupun telah dipelajari cukup lama, namun bread staling tetap tidak bisa dihilangkan dan bertanggung jawab terhadap kerugian ekonomi cukup besar, baik yang harus ditanggung oleh industri roti maupun konsumen.


Roti merupakan produk yang bersifat tidak stabil, elastis, memiliki solid foam, serta mengandung matriks hasil ikatan silang molekul gluten dan polimer pati. Dalam pembuatan roti, perlakuan fisik dan mekanis selama mixing, reaksi kimia (termasuk reaksi enzimatis), dan pengaruh proses termal (waktu dan suhu pemanggangan) akan mempengaruhi karakter produk akhir yang akan dihasilkan. Akibat pengaruh faktor-faktor tersebut, terjadinya staling menjadi semakin rumit. Dalam roti sederhana saja yang hanya mengandung beberapa komponen dalam formulasinya, terjadinya staling masih sulit dijelaskan, karena setiap komponen dapat berkontribusi terhadap perubahan selama proses pengolahan, dari mixing hingga aging produk akhir. Apalagi untuk roti kompleks, yang komponennya lebih heterogen. Penjelasan dan hipotesis yang hanya melibatkan 1-2 komponen tidak dapat mengungkap terjadinya staling secera komprehensif (Gray and Bemiller, 2003). Secara umum, komponen yang terdapat pada roti antara lain tepung, air, gula, shortening, nonfat dried milk (atau penggantinya), garam, yeast, malt, dan sebagainya. Tepung sebagai bahan baku primer, terdiri dari komponen utama gluten, pati, dan pentosan (terutama arabinoxylans), di mana kesemuanya itu berkontribusi terhadap proses dan produk akhir, termasuk terhadap staling.
Staling adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan perubahan yang terjadi pada roti selama penyimpanan, tapi bukan akibat kontaminasi mikroba (Ahlborn, et al., 2005). Fenomena ini biasanya menyebabkan penerimaan produk oleh konsumen menjadi menurun. Resistensi deformasi bread crumb merupakan atribut tekstur (firmness) yang menjadi faktor penting dalam staling. Derajat firmness dan peningkatan crumbliness sering digunakan sebagai parameter bread staling.


Mekanisme staling
Bread staling terdiri dari dua jenis, yakni crust staling dan crumb staling. Crust staling diakibatkan oleh adanya perpindahan air dari crumb menuju ke crust menghasilkan soft and leathery texture. Sedangkan crumb staling lebih kompleks, penting, dan sedikit dipahami. Crumb staling berkaitan dengan firmness roti secara keseluruhan. Oleh sebab itulah, dibandingkan crust staling, crumb staling mendapat perhatian yang lebih dari para pelaku dalam industri bakery.
Rintangan terbesar dalam mengembangkan strategi pencegahan terhadap terjadinya bread staling, adalah kegagalan dalam memahami mekanisme staling secara komprehensif. Banyak penelitian yang telah dilakukan, dan telah dihasilkan berbagai teori untuk menjelaskan hal tersebut. Beberapa teori utama tersebut antara lain:


Retrogradasi amilopektin. Retrogradasi polimer pati bertanggung jawab terhadap terjadinya staling pada roti. Hal ini dikarenakan, pola difraksi x-ray fresh bread mirip dengan yang dihasilkan freshly gelatinized wheat starch, sedangkan stale bread memiliki pola yang sama dengan retrograded starch. Penemuan ini menimbulkan hipotesis, bahwa perubahan gradual pada komponen pati, dari amorphous menuju bentuk crystalline merupakan faktor penting dalam proses staling. Kemudian beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa laju pengembangan kristal dalam gel pati, juga mirip dengan laju bread firming. Namun, Dragsdorf dan Varriano-Marston (1980) berhasil membuktikan, bahwa derajat pengkristalan bread crumb berbeda dengan firmness-nya. Hal ini menyimpulkan bahwa kristalisasi pati dan bread firming merupakan proses yang berbeda.
Penelitian-penelitian lain terus dilakukan dengan berbagai hasil, baik yang mendukung ataupun tidak. Tidak aneh jika peranan pati, baik amilosa dan amilopektin, terus menjadi perdebatan. Sehingga kemudian diyakini, bahwa retogradasi amilopektin bukan satu-satunya penyebab terjadinya firming.


Peranan amilosa. Fraksi linear pati (amilosa) sebelumnya juga diragukan peranannya dalam bread staling. Namun kemudian ditemukan, bahwa amilosa juga memiliki pengaruh yang berarti. Amilosa diyakini bertanggung jawab terhadap pembentukan struktur awal crumb, walau tidak menjadi bagian dari proses staling. Sedangkan penelitian yang lain menemukan bahwa kelarutan amilosa menurun setelah penyimpanan roti selama satu hari, sedangkan penurunan kelarutan amilopektin baru terjadi setelah lima hari penyimpanan. Selain itu, juga ditemukan kandungan amilopektin 5 hingga 24 kali lebih tinggi dibandingkan jumlah soluble amylose. Hal ini mengindikasikan bahwa hanya sedikit amilosa yang lepas dari granula pati, atau kemungkinan karena pada saat itu roti telah didinginkan di suhu ruang, sehingga amilosa menjadi tidak larut akibat retrogradasi. Penelitian Ghiasi et al., (1984) menunjukkan hasil yang berbeda. Dia dan timnya mengubah rasio amilosa dan amilopektin pada tepung dengan menggunakan waxy barley starch. Hasilnya adalah ternyata amilosa juga terlibat dalam proses staling. Roti yang dibuat dengan waxy barley starch mengalami laju staling lebih cepat dibandingkan kontrol. Ghiasi berpendapat bahwa peranan amilosa tertutupi oleh amilopektin. Beberapa teori lainnya diantaranya mengenai hubungan crumb firming dan retrogradasi pati, peranan protein tepung, hingga pengaruh pentosan dalam tepung. Semuanya masih diperdebatkan, karena setiap pendapat memiliki dasar ilmiah yang kuat. Bread staling merupakan proses yang rumit. Mekanisme staling secara pasti masih belum dimengerti. Beberapa teori yang ada bisa dipahami, seperti peranan retrogradasi pati, khususnya retrogradasi amilopektin. Namun, kenyataannya adalah tidak mungkin hanya akibat retrogradasi pati. Bread staling juga terjadi akibat kontribusi dari ingridien dan proses pengolahan secara keseluruhan.


Faktor yang  mempengaruhi laju staling


Suhu penyimpanan. Laju staling memiliki koefesien suhu negatif. Laju bread staling dipercepat pada penyimpanan suhu rendah. Bread staling berhubungan dengan rekristalisasi pati pada suhu penyimpananan -1, 10, dan 21oC. Peranan kristalisasi pati tersebut akan menurun pada suhu lebih tinggi, yakni 32 dan 43oC). Proses yang dikembangkan saat ini adalah pengembangan quich chill bakery product, kemudian distabilkan pada kondisi ambient dengan tujuan mengurang staling ketika berada di suhu ruang.


Moisture migration. Air mengalami perubahan dalam beberapa tahapan pengolahan roti, mulai dari drying out, moisture equilibration antara crumb dan crust, serta moisture redistribution antar komponen roti. Drying out roti tidak menyebabkan staling, tetapi mendorong percepatan reaksi penyebab staling. Pengaruh air dalam mempelajari bread staling merupakan pertimbangan yang paling penting untuk diperhatikan.


Faktor pengolahan. Pengaruh faktor teknologi yang meliputi metode pengolahan, formula, dan tahapan operasional berpengaruh terhadap faktor adonan dan terjadinya staling. Contohnya adalah suhu pemanggangan yang secara signifikan mempengaruhi bread staling. Pemanggangan pada suhu rendah akan menghasilkan laju staling yang lebih lambat, termasuk crumb hardening dan retrogradasi pati.


Antistaling additives. Proses staling bisa dipercepat dengan adanya pengaruh waktu, suhu, dan kelembaban. Ketiga faktor tersebut dapat menghasilkan crouton dan dry crumb dengan cepat. Sedangkan, untuk menghambat terjadinya staling, banyak langkah yang bisa dilakukan. Antara lain adalah dengan menggunakan bahan tambahan pangan.


Enzim. Salah satu strategi untuk menurunkan laju bread staling adalah penggunaan enzim. Amilase dan protease merupakan enzim yang paling banyak digunakan secara komersial dalam industri bakery. Enzim yang paling bermanfaat menghambat laju staling adalah α-amylase yang mengkatalis sejumlah kecil hidrolisis pati. Sedangkan protease berguna untuk depolimerisasi gluten dan memodifikasi karateristik baking. Keduanya menurunkan crumb firmness. Selain kedua enzim tersebut, lipase, lipoxygenase dan non starch polysaccharide modifying enzymes juga dilaporkan dapat bermanfaat untuk menurunkan laju staling.

Surface-active lipids
. Banyak penelitian tentang lipid pada produk bakery bertujuan untuk memperbaiki karakteristik fungsional roti. Berbagai jenis emulsifier banyak digunakan untuk memprkuat adonan atau memperlembut crumb, namun peranannya sebagai antistaling jarang diungkap. Salah satu contoh, emulsifer yang dilaporkan dapat mengurangi anti staling adalah lesitin. Hidrolisat lesitin kedelai menghambat kristalisasi gel pati. Beberapa jenis emulsifier lainnya yang diduga memiliki efek sebagai anti staling antara lain monoglyceride, polyexyethylene monostearat, sodium stearoyl lactylate, dan glycerol monostearete. Mekanisme secara lengkapnya juga masih menjadi perdebatan. Namun diduga, emulsifier tersebut mempengaruhi crumb firmness.


Shortening. Komponen ini sangat efektif menghambat bread crumb staling. Mekanismenya berbeda dengan monogliserida. Penelitian mengenai hal ini juga masih berlangsung, sebab ternyata pada defatted bread juga menunjukkan hal yang sama. Diperkirakan anti staling juga diperoleh dari lemak alami yang terdapat pada tepung.


Ingridien karbohidrat. Beberapa penelitian telah melaporkan pengaruh penambahan hidrokoloid terhadap staling. Guar dan locust bean gum disebutkan dapat menunda retrogradasi pati, tetapi belum jelas apakah memiliki aktivitas anti staling ataupun tidak. Namun, dalam penelitian yang lain dilaporkan bahwa penambahan gum, alginat, dan xanthan mampu menurunkan derajat crumb firmness dan laju staling selama penyimpanan. Selain hidrokoloid dan gum, damaged dan modified starch juga dilaporkan memberikan pengaruh anti staling. Tipples (1969) mengungkapkan, bahwa penggunaan 25 hingga 30% damaged wheat starch mengurangi laju staling, terutama bila ditambahkan malt dan digunakan metode sponge dough.


Pengujian staling
Proses terjadinya staling yang masih menjadi misteri mengakibatkan teknik analisanya juga beraneka ragam. Karakter bread crumb sering menjadi parameter analisa, seperti perubahan dalam hal rasa dan aroma, peningkatan kekerasan, opacity, crumbliness, kristal pati, peningkatan kapasitas penyerapan, penurunan kerentanan terhadap α-amylase, dan penurunan kandungan pati larut. Berdasarkan parameter tersebut, tidak ada satupun metode yang dapat menggambarkan degree of staling secara utuh. Metode yang sering digunakan antara lain metode reologi, infrared spectroscopy, nuclear magnetic resonance spectroscopy, X-ray crystallography, conductance and capacitance, microscopy, dan sensory/organoleptic test.

Tips Sukses Membuat Soes

Sabtu, 14 November 2009

Tips membuat soes:
1. Pastikan adonan terigu yang dimasukkan kedalam campuran margarine dan air tercampur rata, gunakan api kecil sehingga adonan tidak gosong.
2. Pengadukan mentega dan terigunya harus cepat dan lama/banyak agar susnya kopong tengahnya.
3. Masukkan telur satu persatu pada adonan tepung setelah adonan benar benar dingin.
4. Jangan mengocok campuran telur dan tepung secara berlebihan atau terlalu lama.
5. Beri jarak yang cukup antar soes karena soes akan mengembang.
6. Oven harus dipanaskan sebelum mengocok telur ke dalam adonan tepung. Suhu yang dipakai adalah 200 derajat Celcius
7. Jangan membuka oven sebelum masa panggang selesai, karena akan mengakibatkan soes kempes. Salah satu ciri soes yang sudah matang, adalah bila sudah tidak ada lagi busanya. Soes yang ngembang di oven dan kempes pas keluar adalah karena soes belum matang sempurna. Tambah saja waktu memanggang 5-10 sampai tidak terlihat berbuih lagi.
8. Setelah soes dikeluarkan dari oven, dinginkan di atas rak kawat agar bagian bawah tidak basah karena uap air yang terperangkap.


Dari berbagai sumber dan diskusi, praktisi NCC

Soes Vla Cheese Choco

Minggu, 08 November 2009

soesweekLagi mood n tergelitik ikutan memeriahkan Soes Week NCC nih… Kebetulan suami penggemar soes dengan vla vanilla, so jadilah minggu kemarin bersoes ria. Karena minggu sebelumnya nyoba resep NCC gagal dengan suksesnya (walah bahasa apa nih?), maka jadilah minggu ini masih penasaran dengan resep NCC but aku modifikasi.


Soes_vla_cheese_choco_ncc


Ini resepnya.


Soes Vla Cheese Choco
(Resep asli NCC, dengan modifikasi)

Kulit Soes
Bahan:
• 200 ml air
• 125 gr margarine
• 25 gram gula pasir
• 150 gr tepung terigu protein tinggi/sedang
• 3 btr telur (sedang)
Cara membuatnya:
1. Masak air, mentega dan gula hingga mendidih.
2. Masukkan tepung terigu, aduk cepat hingga kalis, angkat, dinginkan.
3. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok hingga rata.
4. Masukkan adonan kedalam plastik segitiga, semprotkan di atas loyang yang sudah dioles mentega dan ditabur tepung.
5. Panggang hingga matang dengan suhu 200 oC selama + 30 menit.

Vla Vanilla Cheese Choco
Bahan:
• 2 btr kuning telur
• 50 gr tepung maizena
• 50 gr keju parut
• 500 ml susu UHT
• 75 gr gula pasir
• 50 gr choco chips atau sesuai selera
• ½ sdt vanilli
Cara membuat:
1. Cairkan tepung maizena dengan sebagian susu, kocok lepas kuning telur, satukan. Campurkan keju parut, aduk rata. Sisihkan.
2. Didihkan susu dan gula pasir sambil diaduk hingga gula larut.
3. Tuang larutan tepung maizena, aduk cepat dan rata, biarkan mendidih sekali lagi. Angkat. Masukkan coklat chips dan aduk rata. Siap digunakan.

Ini penampakan soes yang gagal minggu kemarin,


Soes_gagal


batter doctoring or analisa kegagalannya adalah:
- Telur masuk saat adonan mungkin masih belum cukup dingin (meskipun perasaan dah hangat n hilang uapnya seehh.. he..he..)
- Telur 4 butir kebanyakan. Mungkin telurnya pas kebetulan ukuran besar gitu ya. So jadi hati-hati, kekentalan adonan soes emang diadjustnya di step ini.
- Oven kurang panas/kurang api atas. Secara minggu lalu aku emang masih uji coba peralihan dari otang ke oven listrik. Biasanya aku nyoba suhu oven tuh buat manggang pound cake yang simple. But feel lazy jadi maksud hati sekalian menggauli oven apa daya ovennya belum sehati sama aku.


Soes Vla Cheese Choco

soesweekLagi mood n tergelitik ikutan memeriahkan Soes Week NCC nih… Kebetulan suami penggemar soes dengan vla vanilla, so jadilah minggu kemarin bersoes ria. Karena minggu sebelumnya nyoba resep NCC gagal dengan suksesnya (walah bahasa apa nih?), maka jadilah minggu ini masih penasaran dengan resep NCC but aku modifikasi.


Soes_vla_cheese_choco_ncc


Ini resepnya.


Soes Vla Cheese Choco
(Resep asli NCC, dengan modifikasi)

Kulit Soes
Bahan:
• 200 ml air
• 125 gr margarine
• 25 gram gula pasir
• 150 gr tepung terigu protein tinggi/sedang
• 3 btr telur (sedang)
Cara membuatnya:
1. Masak air, mentega dan gula hingga mendidih.
2. Masukkan tepung terigu, aduk cepat hingga kalis, angkat, dinginkan.
3. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok hingga rata.
4. Masukkan adonan kedalam plastik segitiga, semprotkan di atas loyang yang sudah dioles mentega dan ditabur tepung.
5. Panggang hingga matang dengan suhu 200 oC selama + 30 menit.

Vla Vanilla Cheese Choco
Bahan:
• 2 btr kuning telur
• 50 gr tepung maizena
• 50 gr keju parut
• 500 ml susu UHT
• 75 gr gula pasir
• 50 gr choco chips atau sesuai selera
• ½ sdt vanilli
Cara membuat:
1. Cairkan tepung maizena dengan sebagian susu, kocok lepas kuning telur, satukan. Campurkan keju parut, aduk rata. Sisihkan.
2. Didihkan susu dan gula pasir sambil diaduk hingga gula larut.
3. Tuang larutan tepung maizena, aduk cepat dan rata, biarkan mendidih sekali lagi. Angkat. Masukkan coklat chips dan aduk rata. Siap digunakan.

Ini penampakan soes yang gagal minggu kemarin,


Soes_gagal


batter doctoring or analisa kegagalannya adalah:
- Telur masuk saat adonan mungkin masih belum cukup dingin (meskipun perasaan dah hangat n hilang uapnya seehh.. he..he..)
- Telur 4 butir kebanyakan. Mungkin telurnya pas kebetulan ukuran besar gitu ya. So jadi hati-hati, kekentalan adonan soes emang diadjustnya di step ini.
- Oven kurang panas/kurang api atas. Secara minggu lalu aku emang masih uji coba peralihan dari otang ke oven listrik. Biasanya aku nyoba suhu oven tuh buat manggang pound cake yang simple. But feel lazy jadi maksud hati sekalian menggauli oven apa daya ovennya belum sehati sama aku.


Surprise BDCK Buat Seorang Teman

Selasa, 03 November 2009

Sohib di Cilacap ultah hari ini. Beruntung dapat teman baru di Purwokerto, Mbak Hanni, yang bantuin bikin n kirim BDCK sesuai permintaan. Base cakenya lapis Surabaya kotak. Jadinya cake kotak berpagar coklat dengan 4 pink roses serta foto yang dilaminating. Thanks buat Maneki Kitchen n buat yang ultah di Cilacap, semoga senang ya... Panjang usia n berkah selalu.


Ini nih penampakan cakenya:

BDCKNovi BDCKNoviClp

Surprise BDCK Buat Seorang Teman

Sohib di Cilacap ultah hari ini. Beruntung dapat teman baru di Purwokerto, Mbak Hanni, yang bantuin bikin n kirim BDCK sesuai permintaan. Base cakenya lapis Surabaya kotak. Jadinya cake kotak berpagar coklat dengan 4 pink roses serta foto yang dilaminating. Thanks buat Maneki Kitchen n buat yang ultah di Cilacap, semoga senang ya... Panjang usia n berkah selalu.


Ini nih penampakan cakenya:

BDCKNovi BDCKNoviClp

Brownies Kukus Keju

Senin, 02 November 2009

Brownies Kukus Keju dikukus dengan rice com


Brokus_keju_radinMinggu kemarin ditodong Taj buat bikin kue yang pakai rice com. Kepinginnya nyoba yang dikukus-kukus gitu. Kebetulan di milis lagi rame berseliweran nyoba brownies kukus keju-nya Nia Radin Cake. Bikinnya malam-malam, Taj dah tertidur saat nungguin si brownies mateng. Finally esok paginya sudah habis ga sampe sore. Rasa yummy.. sayang trial kali ini masih ada keju yang gak melayang di tengah cake. Maklum.. lupa kalo yang bikin berat cake ini musti dibalurin terigu dulu sebelum masuk adonan.


Ini nih resepnya (thanks ya Nia...):

Bahan A
- 2 butir kuning telur
- 2 butir telur utuh
- 100 gram gula pasir
- 1/2 sdt vanilla extract
- 1/2 sdm emulsifier
- 1/2 sdt garam
Bahan B - aduk rata
- 75 gram tepung terigu protein tinggi/sedang (sesuai selera)
- 25 gram susu bubuk
- 20 gram maizena
- 1/2 sdt baking powder
Bahan C - lelehkan
- 25 gram butter
- 85 ml minyak sayur
Bahan D
- 50 gram keju, potong dadu

Loyang:
- Kotak: ukuran 30 x 10 x 4 cm - oles minyak atau alasi dengan kertas roti
- Saya pakai loyang bulat: ukuran 18 x 4 cm


Cara Pembuatan (saya coba pakai rice com, waktu 1 jam):
1. Panaskan kukusan.
2. Kocok Bahan A (kecuali garam) hingga kental berjejak, tambahkan garam, kocok lagi sebentar.
3. Ayakkan Bahan B ke Bahan A.
4. Taburkan Bahan D, lalu aduk rata.
5. Tuangkan Bahan C ke adonan, aduk hingga benar-benar rata.
6. Tuang ke loyang lalu masukkan ke dalam kukusan yang telah berasap.
7. Kukus dengan api yang tidak terlalu besar selama kurang lebih 40-45 menit.
8. Setelah matang, oles dengan mentega kocok, parutkan keju di atasnya.


Batter doughtoring (kesalahan n cara memperbaikinya, dari pengalaman pribadi n sharing di milis dengan suhu Radin cake langsung):
1. Bagian bawah basah -->Kemungkinan karena api kompor kekecilan. Coba api dibesarkan, pokoknya harus sedanglah. Jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil sehingga uap air yang dihasilkan juga gak terlalu banyak (bikin permukaan brokus bergelombang) dan gak terlalu sedikit (hasilnya bagian bawah brokus belum matang).


2. Keju turun semua di dasar brownies -->Gunakan tips/metode “aduk ngambang , maksudnya gini... setelah adonan telur dan gula kaku, tahap selanjutnya kan mengayak tepung di atas adonan telur, baru tabur keju. Jadi ada 3 tumpuk kan tuh... adonan telur + gula, tepung, keju. Nah aduk ngambang ya aduk antara tepung dan keju saja. Usahakan adonan telur jangan teraduk dulu sampai semua keju terbalut tipis dengan tepung. Setelah keju terbalut tipis dengan tepung, baru aduk dalam-dalam antara tepung + keju dengan adonan telur + gula. (Yang ini bisa juga pakai cara saya, potongan keju dibalurin terigu sedikit/tipis-tipis sebelum masuk ke adonan). Sekali lagi: Tabur keju kotak lalu aduk ngambang antara tepung dan keju, baru aduk benar-benar tepung dengan adonan telur. Adonan telur dan gula harus kaku yah, adonan akhir akan sangat kental.

Brownies Kukus Keju

Brownies Kukus Keju dikukus dengan rice com


Brokus_keju_radinMinggu kemarin ditodong Taj buat bikin kue yang pakai rice com. Kepinginnya nyoba yang dikukus-kukus gitu. Kebetulan di milis lagi rame berseliweran nyoba brownies kukus keju-nya Nia Radin Cake. Bikinnya malam-malam, Taj dah tertidur saat nungguin si brownies mateng. Finally esok paginya sudah habis ga sampe sore. Rasa yummy.. sayang trial kali ini masih ada keju yang gak melayang di tengah cake. Maklum.. lupa kalo yang bikin berat cake ini musti dibalurin terigu dulu sebelum masuk adonan.


Ini nih resepnya (thanks ya Nia...):

Bahan A
- 2 butir kuning telur
- 2 butir telur utuh
- 100 gram gula pasir
- 1/2 sdt vanilla extract
- 1/2 sdm emulsifier
- 1/2 sdt garam
Bahan B - aduk rata
- 75 gram tepung terigu protein tinggi/sedang (sesuai selera)
- 25 gram susu bubuk
- 20 gram maizena
- 1/2 sdt baking powder
Bahan C - lelehkan
- 25 gram butter
- 85 ml minyak sayur
Bahan D
- 50 gram keju, potong dadu

Loyang:
- Kotak: ukuran 30 x 10 x 4 cm - oles minyak atau alasi dengan kertas roti
- Saya pakai loyang bulat: ukuran 18 x 4 cm


Cara Pembuatan (saya coba pakai rice com, waktu 1 jam):
1. Panaskan kukusan.
2. Kocok Bahan A (kecuali garam) hingga kental berjejak, tambahkan garam, kocok lagi sebentar.
3. Ayakkan Bahan B ke Bahan A.
4. Taburkan Bahan D, lalu aduk rata.
5. Tuangkan Bahan C ke adonan, aduk hingga benar-benar rata.
6. Tuang ke loyang lalu masukkan ke dalam kukusan yang telah berasap.
7. Kukus dengan api yang tidak terlalu besar selama kurang lebih 40-45 menit.
8. Setelah matang, oles dengan mentega kocok, parutkan keju di atasnya.


Batter doughtoring (kesalahan n cara memperbaikinya, dari pengalaman pribadi n sharing di milis dengan suhu Radin cake langsung):
1. Bagian bawah basah -->Kemungkinan karena api kompor kekecilan. Coba api dibesarkan, pokoknya harus sedanglah. Jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil sehingga uap air yang dihasilkan juga gak terlalu banyak (bikin permukaan brokus bergelombang) dan gak terlalu sedikit (hasilnya bagian bawah brokus belum matang).


2. Keju turun semua di dasar brownies -->Gunakan tips/metode “aduk ngambang , maksudnya gini... setelah adonan telur dan gula kaku, tahap selanjutnya kan mengayak tepung di atas adonan telur, baru tabur keju. Jadi ada 3 tumpuk kan tuh... adonan telur + gula, tepung, keju. Nah aduk ngambang ya aduk antara tepung dan keju saja. Usahakan adonan telur jangan teraduk dulu sampai semua keju terbalut tipis dengan tepung. Setelah keju terbalut tipis dengan tepung, baru aduk dalam-dalam antara tepung + keju dengan adonan telur + gula. (Yang ini bisa juga pakai cara saya, potongan keju dibalurin terigu sedikit/tipis-tipis sebelum masuk ke adonan). Sekali lagi: Tabur keju kotak lalu aduk ngambang antara tepung dan keju, baru aduk benar-benar tepung dengan adonan telur. Adonan telur dan gula harus kaku yah, adonan akhir akan sangat kental.

Cermati Kehalalan Bahan Baking

Jumat, 18 September 2009

Kita yang hidup di Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim sering menganggap bahwa makanan di sekitar kita yang tidak mengandung babi pastilah halal. Roti dan kue yang biasa kita beli sehari-hari kita pikir halal dan aman-aman saja, apalagi penjual dan pembuatnya toh muslim juga. Tapi.. oopss, benarkah demikian? Coba deh kita lihat bahannya ya?



1. Tepung terigu
Terigu digiling dari tanaman gandum, jelas terigu adalah bahan makanan yang tidak bermasalah. Persoalan muncul ketika terigu ditambahkan dengan zat-zat tambahan tertentu yang tidak boleh dikonsumsi kaum muslim, orang yang berpantangan memakan daging babi dan bagian tubuh manusia, atau pantang memakan hewan, seperti kaum vegetarian.
Di Indonesia sendiri ada SNI 01-3751-2006 yang mewajibkan bahwa tepung terigu untuk bahan makanan yang diproduksi dan diedarkan di Indonesia harus ditambahkan fortifikasi vitamin dan mineral (dalam hal ini zat besi, seng, vitamin B1, vitamin B2, dan asam folat). Titik kritisnya ada pada vitamin ini, yang perlu jelas sumber dan proses pembuatannya. Juga jenis penstabilnya yang biasa memakai gelatin. Tidak semua gelatin halal. Untuk yang berasal dari lemak nabati tidaklah masalah, namun bila gelatin berasal dari lemak hewani patutlah diteliti karena kebanyakan bahan bakunya berasal dari lemak babi.
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LP POM MUI) Mei lalu mengungkapkan terigu impor asal Cina ternyata mengandung L-sistein (sumber: halalguide.info). Zat ini berfungsi sebagai improving agent yang dapat meningkatkan sifat-sifat tepung terigu yang diinginkan dalam pembuatan kue. Sistein dapat melembutkan protein utama gandum sehingga adonan kue atau roti menjadi lembut. Selain itu juga membuat adonan mengembang lebih besar. Menurut Prof. Dr. Hj. Aisjah Girindra, Ketua LP POM MUI, L-sistein dalam terigu impor ini dibuat dari rambut manusia. Nah lho… haram kan?



2. Mentega Putih (shortening)
Biasa digunakan dalam pembuatan roti dan pastry. Mentega putih terbuat dari lemak tumbuhan atau hewan, bahkan adakalanya campuran dari lemak hewani dan nabati. Bila mengandung unsur lemak hewani, status kehalalannya perlu dipertanyakan.



3. Margarine
Awalnya margarine dibuat untuk menggantikan fungsi mentega. Margarine terbuat dari lemak nabati. Yang perlu dicermati adalah bahan tambahan penyertanya seperti flavor, emulsifier dan pewarna yang seringkali diragukan kehalalannya.



4. Bahan Pengembang (Leavening agent/improver)
Diperlukan untuk mengembangkan adonan dan membesarkan volume roti/kue. Jenis yang sering digunakan dalam kue/cake adalah baking soda. Dibuat secara sintetis dari bahan kimia bernama sodium bikarbonat dan statusnya halal. Jenis pengembang lain disebut baking powder, merupakan campuran baking soda dengan asam pengembang atau cream of tartar. Nah… kehalalan cream of tartar dipertanyakan karena terbuat dari hasil sampingan industri minuman beralkohol yang kemudian direaksikan dengan garam kalium. Ada jenis bread improver seperti alpha amylase yang berfungsi melembutkan tekstur roti. Pembuatan atau sintesa alpha amylase ini patut dicermati proses dan bahan yang ditambahkan di dalamnya.



5. Coklat bubuk
Bubuk coklat tidak bermasalah dari segi kehalalan. Karena bahan baku utamanya adalah buah cacao yang diekstrak. Namun bubuk coklat yang sekarang ini beredar di pasaran ada yang ditambahkan dengan flavor coklat untuk memberikan rasa yang lebih tegas. Di sinilah letak kritis keharamannya, karena tidak sedikit bahan flavor mengandung unsur yang tidak halal.


Kalau ada tepung terigu dan bahan tambahan makanan yang aman dan dapat diterima masyarakat luas, mengapa produsen memilih bahan baku yang berpotensi mendatangkan keresahan bagi konsumennya? Ini adalah dampak dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan penerapan bioteknologi dalam industri pangan. Kemajuan ini memungkinkan para produsen mempunyai pilihan. Sebagai pihak yang harus berpikir profit oriented, yang dicari adalah bagaimana mengupayakan produktivitas dan kualitas produk yang tinggi dengan biaya produksi serendah mungkin, dengan harapan produk dapat dipasarkan dengan harga bersaing dan laba yang lebih banyak.


Kenyataannya, biasanya produk yang tidak terjamin kehalalannya di pasaran dijual dengan harga lebih murah. Contohnya tepung terigu yang mengandung L-sistein rambut manusia dijual dengan harga lebih murah dari pada terigu produksi pabrik lokal yang terjamin kehalalannya.


Jadi.. para bakul kue, tukang roti, dan kita-kita nih yang terjun dalam industri pangan memang musti teliti dalam memilih bahan dan jangan sampai terserempet pada hal-hal yang subhat.

Cermati Kehalalan Bahan Baking

Kita yang hidup di Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim sering menganggap bahwa makanan di sekitar kita yang tidak mengandung babi pastilah halal. Roti dan kue yang biasa kita beli sehari-hari kita pikir halal dan aman-aman saja, apalagi penjual dan pembuatnya toh muslim juga. Tapi.. oopss, benarkah demikian? Coba deh kita lihat bahannya ya?



1. Tepung terigu
Terigu digiling dari tanaman gandum, jelas terigu adalah bahan makanan yang tidak bermasalah. Persoalan muncul ketika terigu ditambahkan dengan zat-zat tambahan tertentu yang tidak boleh dikonsumsi kaum muslim, orang yang berpantangan memakan daging babi dan bagian tubuh manusia, atau pantang memakan hewan, seperti kaum vegetarian.
Di Indonesia sendiri ada SNI 01-3751-2006 yang mewajibkan bahwa tepung terigu untuk bahan makanan yang diproduksi dan diedarkan di Indonesia harus ditambahkan fortifikasi vitamin dan mineral (dalam hal ini zat besi, seng, vitamin B1, vitamin B2, dan asam folat). Titik kritisnya ada pada vitamin ini, yang perlu jelas sumber dan proses pembuatannya. Juga jenis penstabilnya yang biasa memakai gelatin. Tidak semua gelatin halal. Untuk yang berasal dari lemak nabati tidaklah masalah, namun bila gelatin berasal dari lemak hewani patutlah diteliti karena kebanyakan bahan bakunya berasal dari lemak babi.
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LP POM MUI) Mei lalu mengungkapkan terigu impor asal Cina ternyata mengandung L-sistein (sumber: halalguide.info). Zat ini berfungsi sebagai improving agent yang dapat meningkatkan sifat-sifat tepung terigu yang diinginkan dalam pembuatan kue. Sistein dapat melembutkan protein utama gandum sehingga adonan kue atau roti menjadi lembut. Selain itu juga membuat adonan mengembang lebih besar. Menurut Prof. Dr. Hj. Aisjah Girindra, Ketua LP POM MUI, L-sistein dalam terigu impor ini dibuat dari rambut manusia. Nah lho… haram kan?



2. Mentega Putih (shortening)
Biasa digunakan dalam pembuatan roti dan pastry. Mentega putih terbuat dari lemak tumbuhan atau hewan, bahkan adakalanya campuran dari lemak hewani dan nabati. Bila mengandung unsur lemak hewani, status kehalalannya perlu dipertanyakan.



3. Margarine
Awalnya margarine dibuat untuk menggantikan fungsi mentega. Margarine terbuat dari lemak nabati. Yang perlu dicermati adalah bahan tambahan penyertanya seperti flavor, emulsifier dan pewarna yang seringkali diragukan kehalalannya.



4. Bahan Pengembang (Leavening agent/improver)
Diperlukan untuk mengembangkan adonan dan membesarkan volume roti/kue. Jenis yang sering digunakan dalam kue/cake adalah baking soda. Dibuat secara sintetis dari bahan kimia bernama sodium bikarbonat dan statusnya halal. Jenis pengembang lain disebut baking powder, merupakan campuran baking soda dengan asam pengembang atau cream of tartar. Nah… kehalalan cream of tartar dipertanyakan karena terbuat dari hasil sampingan industri minuman beralkohol yang kemudian direaksikan dengan garam kalium. Ada jenis bread improver seperti alpha amylase yang berfungsi melembutkan tekstur roti. Pembuatan atau sintesa alpha amylase ini patut dicermati proses dan bahan yang ditambahkan di dalamnya.



5. Coklat bubuk
Bubuk coklat tidak bermasalah dari segi kehalalan. Karena bahan baku utamanya adalah buah cacao yang diekstrak. Namun bubuk coklat yang sekarang ini beredar di pasaran ada yang ditambahkan dengan flavor coklat untuk memberikan rasa yang lebih tegas. Di sinilah letak kritis keharamannya, karena tidak sedikit bahan flavor mengandung unsur yang tidak halal.


Kalau ada tepung terigu dan bahan tambahan makanan yang aman dan dapat diterima masyarakat luas, mengapa produsen memilih bahan baku yang berpotensi mendatangkan keresahan bagi konsumennya? Ini adalah dampak dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan penerapan bioteknologi dalam industri pangan. Kemajuan ini memungkinkan para produsen mempunyai pilihan. Sebagai pihak yang harus berpikir profit oriented, yang dicari adalah bagaimana mengupayakan produktivitas dan kualitas produk yang tinggi dengan biaya produksi serendah mungkin, dengan harapan produk dapat dipasarkan dengan harga bersaing dan laba yang lebih banyak.


Kenyataannya, biasanya produk yang tidak terjamin kehalalannya di pasaran dijual dengan harga lebih murah. Contohnya tepung terigu yang mengandung L-sistein rambut manusia dijual dengan harga lebih murah dari pada terigu produksi pabrik lokal yang terjamin kehalalannya.


Jadi.. para bakul kue, tukang roti, dan kita-kita nih yang terjun dalam industri pangan memang musti teliti dalam memilih bahan dan jangan sampai terserempet pada hal-hal yang subhat.

Mengenal Yoghurt

Rabu, 16 September 2009

Jengah minum yoghurt karena takut gemuk? Karena yoghurt adalah produk olahan dari susu? Eits… tunggu dulu… bagi perempuan yang rentan terhadap osteoporosis n gak suka minum susu, mungkin yoghurt ini bisa jadi pilihan lho, mengingat sekarang yoghurt tampil dengan aneka rasa dan bentuk, dari rasa buah-buahan dan sejenisnya hingga bentuk frozen yoghurt (fro-yo) yang lagi trend di Jakarta.


Ya, yoghurt memang terbuat dari susu. Susu difermentasi dengan bantuan mikroba dan diperolehlah perubahan tekstur susu yang awalnya cair menjadi yoghurt yang agak kental. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa mikroba yang berperan dalam pembentukan yoghurt tersebut adalah golongan mikroba penghasil asam laktat, yaitu Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus burgaricus. Jadi, yoghurt bisa dibuat dari susu, kapan saja dan di mana saja, asalkan bakteri yang bertugas dalam proses fermentasi tersebut ada.


Lalu apakah yohurt punya khasiat yang sama dengan susu? Hasil penelitian menyimpulkan bahwa khasiat yoghurt ternyata jauh lebih baik dari susu dikarenakan proses fermentasi ini. Selain tetap memiliki kalsium susu, kandungan vitamin dalam yoghurt lebih tinggi, terutama Vitamin B kompleks, asam folat, asam pantotenat, dan biotin. Manfaat lainnya, bakteri baik (bakteri asam laktat) yang ada dalam yoghurt justru membantu keseimbangan mikroflora dalam usus sehingga pencernaan menjadi lebih lancar. Laktosa (gula susu) yang menjadi biang penyebab diare pada penderita lactose intolerance, di dalam yoghurt sudah diuraikan menjadi gula-gula yang lebih sederhana.


Jadi, jangan ragu beralih ke yoghurt untuk mendapatkan asupan kalsium plus khasiat lain yang tidak ada dalam segelas susu.

Mengenal Yoghurt

Jengah minum yoghurt karena takut gemuk? Karena yoghurt adalah produk olahan dari susu? Eits… tunggu dulu… bagi perempuan yang rentan terhadap osteoporosis n gak suka minum susu, mungkin yoghurt ini bisa jadi pilihan lho, mengingat sekarang yoghurt tampil dengan aneka rasa dan bentuk, dari rasa buah-buahan dan sejenisnya hingga bentuk frozen yoghurt (fro-yo) yang lagi trend di Jakarta.


Ya, yoghurt memang terbuat dari susu. Susu difermentasi dengan bantuan mikroba dan diperolehlah perubahan tekstur susu yang awalnya cair menjadi yoghurt yang agak kental. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa mikroba yang berperan dalam pembentukan yoghurt tersebut adalah golongan mikroba penghasil asam laktat, yaitu Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus burgaricus. Jadi, yoghurt bisa dibuat dari susu, kapan saja dan di mana saja, asalkan bakteri yang bertugas dalam proses fermentasi tersebut ada.


Lalu apakah yohurt punya khasiat yang sama dengan susu? Hasil penelitian menyimpulkan bahwa khasiat yoghurt ternyata jauh lebih baik dari susu dikarenakan proses fermentasi ini. Selain tetap memiliki kalsium susu, kandungan vitamin dalam yoghurt lebih tinggi, terutama Vitamin B kompleks, asam folat, asam pantotenat, dan biotin. Manfaat lainnya, bakteri baik (bakteri asam laktat) yang ada dalam yoghurt justru membantu keseimbangan mikroflora dalam usus sehingga pencernaan menjadi lebih lancar. Laktosa (gula susu) yang menjadi biang penyebab diare pada penderita lactose intolerance, di dalam yoghurt sudah diuraikan menjadi gula-gula yang lebih sederhana.


Jadi, jangan ragu beralih ke yoghurt untuk mendapatkan asupan kalsium plus khasiat lain yang tidak ada dalam segelas susu.

Membuat Mie

Kamis, 10 September 2009

Salah seorang teman di milis ada yang nanya jenis tepung apa yang cocok untuk membuat adonan mie. Jenis tepung yang bisa dipakai adalah tepung terigu yang proteinnya tinggi atau sedang. Bedanya bila pakai yang protein tinggi maka mie yang dihasilkan lebih kenyal sedangkan dengan terigu protein sedang hasilnya lebih lunak. Bisa juga dengan mencampurnya dengan perbandingan 50:50.
Pilihan merk terigu protein tinggi adalah Cakra Kembar, Kereta Kencana, Tali Emas, Kantil, dan Gerbang. Sedangkan merk terigu protein sedang antara lain Segitiga Biru, Gunung Bromo, Beruang Biru, Melati, dan Gunung.

Nah… berikut adalah resep standar membuat mie basah. Namanya juga standar jadi bisa dimodif sendiri. Yang wajib ada jelas terigu, air, n garam dong. Telur n air abu sifatnya optional.

Bahan- bahan :
1. Tepung terigu protein tinggi/sedang 500 gram
2. Garam 10 gram
3. Air abu 2 gram (bisa dihilangkan)
4. Air + 175 cc (bisa ditambah telur tapi jumlah air dikurangi dengan volume telur yang dipakai)

Cara membuatnya:
1. Timbang masing-masing bahan dengan tepat.
2. Larutkan air abu dan garam dalam air.
3. Tuang larutan tersebut ke dalam terigu, aduk hingga rata.
4. Tuang adonan ke dalam kantong plastik dan istirahatkan selama 10 menit.
5. Tipiskan adonan dengan mesin mie hingga mencapai ketebalan yang diinginkan.
6. Potong adonan dengan mesin mie sesuai selera.
7. Rebus dalam air mendidih hingga matang (+ 2 menit).
8. Angkat, siram dengan air dingin dan tiriskan.
9. Beri minyak goreng secukupnya, aduk hingga rata.
10. Selanjutnya mie siap untuk dimasak sesuai selera.

Membuat Mie

Salah seorang teman di milis ada yang nanya jenis tepung apa yang cocok untuk membuat adonan mie. Jenis tepung yang bisa dipakai adalah tepung terigu yang proteinnya tinggi atau sedang. Bedanya bila pakai yang protein tinggi maka mie yang dihasilkan lebih kenyal sedangkan dengan terigu protein sedang hasilnya lebih lunak. Bisa juga dengan mencampurnya dengan perbandingan 50:50.
Pilihan merk terigu protein tinggi adalah Cakra Kembar, Kereta Kencana, Tali Emas, Kantil, dan Gerbang. Sedangkan merk terigu protein sedang antara lain Segitiga Biru, Gunung Bromo, Beruang Biru, Melati, dan Gunung.

Nah… berikut adalah resep standar membuat mie basah. Namanya juga standar jadi bisa dimodif sendiri. Yang wajib ada jelas terigu, air, n garam dong. Telur n air abu sifatnya optional.

Bahan- bahan :
1. Tepung terigu protein tinggi/sedang 500 gram
2. Garam 10 gram
3. Air abu 2 gram (bisa dihilangkan)
4. Air + 175 cc (bisa ditambah telur tapi jumlah air dikurangi dengan volume telur yang dipakai)

Cara membuatnya:
1. Timbang masing-masing bahan dengan tepat.
2. Larutkan air abu dan garam dalam air.
3. Tuang larutan tersebut ke dalam terigu, aduk hingga rata.
4. Tuang adonan ke dalam kantong plastik dan istirahatkan selama 10 menit.
5. Tipiskan adonan dengan mesin mie hingga mencapai ketebalan yang diinginkan.
6. Potong adonan dengan mesin mie sesuai selera.
7. Rebus dalam air mendidih hingga matang (+ 2 menit).
8. Angkat, siram dengan air dingin dan tiriskan.
9. Beri minyak goreng secukupnya, aduk hingga rata.
10. Selanjutnya mie siap untuk dimasak sesuai selera.

Mengenal Pabrik Terigu di Indonesia

Sabtu, 05 September 2009

teriguMau lebaran nih… biasanya terigu jadi laris manis n kita-kita jadi belepotan terigu karena sibuk bikin kue kering n cake buat lebaran. Ngomongin terigu di Indonesia … orang selalu menyebut Bogasari produsennya. Emang sih dengan total kapasitas 15.900 ton giling gandum/hari n jumlah karyawan yang mencapai 4.000 orang, jadilah Bogasari industi terigu pertama n terbesar di Indonesia dan merupakan instalasi pabrik terigu dalam satu lokasi yang terbesar di dunia juga lho.
pabrik-teriguTapi ternyata gak banyak yang tau ya kalo industri terigu di Indonesia sekarang sudah berkembang pesat.
Berikut adalah pabrik terigu di Indonesia yang sekarang ada dengan kapasitas gilingnya masing-masing:
- PT Bogasari Flour Mills, Jakarta – 10.000 ton/hari
- PT Bogasari Flour Mills, Surabaya – 5.900 ton/hari
- PT Eastern Pearl Flour Mills, Makassar (dulu Berdikari Sari Utama FM) – 2.900 ton/hari
- PT Sriboga Ratu Raya Flour Mills, Semarang – 1.500 ton/hari
- PT Panganmas Inti Persada, Cilacap – 1.000 ton/hari
- PT Fugui Flour & Grain Indonesia, Gresik – 1.000 ton/hari


Yang di bawah ini belum jelas antara produksi or trader. Denger-denger ada produksinya juga meski kecil:
- PT Purnomo Sejati Flour Mills, Sidoarjo - …
- PT Berkat Indah Gemilang, Tangerang - …


Nah.. yang berikut ini masih proyek dan dijadwalkan mulai berproduksi tahun depan, dengan kapasitas giling 500-1.000 ton gandum/hari:
- PT Pundi Kencana, Cilegon
- PT Cerestar Flour Mills, Cilegon
- PT Lumbung Nasional Flour Mill, Bekasi


Yang ini, sudah mengantongi ijin sejak 2005, tapi belum terdengar kabarnya (maafkan kalo ternyata sayanya yang kuper n belum updated):
- PT Asia Raya, Jawa Timur
- PT Kwala Intan New Grain, Medan


Kabar baiknya buat para pengguna terigu, industri makanan berbasis terigu, mereka bisa memilih terigu mana yang pas n sesuai dengan kebutuhannya. Bagi pabrik terigu sendiri pastilah akan berlomba-lomba untuk konsisten dalam kualitas dengan harga terjangkau. Bagi industri terigu Indonesia tentunya mengurangi impor terigu. Bagi profesional/praktisi di industri terigu, kesempatan kerja n karir pun bertambah. Nah, ternyata banyak pihak yang diuntungkan ya? Insya Allah… Semoga makin maju deh perteriguan di Indonesia.

Mengenal Pabrik Terigu di Indonesia

teriguMau lebaran nih… biasanya terigu jadi laris manis n kita-kita jadi belepotan terigu karena sibuk bikin kue kering n cake buat lebaran. Ngomongin terigu di Indonesia … orang selalu menyebut Bogasari produsennya. Emang sih dengan total kapasitas 15.900 ton giling gandum/hari n jumlah karyawan yang mencapai 4.000 orang, jadilah Bogasari industi terigu pertama n terbesar di Indonesia dan merupakan instalasi pabrik terigu dalam satu lokasi yang terbesar di dunia juga lho.
pabrik-teriguTapi ternyata gak banyak yang tau ya kalo industri terigu di Indonesia sekarang sudah berkembang pesat.
Berikut adalah pabrik terigu di Indonesia yang sekarang ada dengan kapasitas gilingnya masing-masing:
- PT Bogasari Flour Mills, Jakarta – 10.000 ton/hari
- PT Bogasari Flour Mills, Surabaya – 5.900 ton/hari
- PT Eastern Pearl Flour Mills, Makassar (dulu Berdikari Sari Utama FM) – 2.900 ton/hari
- PT Sriboga Ratu Raya Flour Mills, Semarang – 1.500 ton/hari
- PT Panganmas Inti Persada, Cilacap – 1.000 ton/hari
- PT Fugui Flour & Grain Indonesia, Gresik – 1.000 ton/hari


Yang di bawah ini belum jelas antara produksi or trader. Denger-denger ada produksinya juga meski kecil:
- PT Purnomo Sejati Flour Mills, Sidoarjo - …
- PT Berkat Indah Gemilang, Tangerang - …


Nah.. yang berikut ini masih proyek dan dijadwalkan mulai berproduksi tahun depan, dengan kapasitas giling 500-1.000 ton gandum/hari:
- PT Pundi Kencana, Cilegon
- PT Cerestar Flour Mills, Cilegon
- PT Lumbung Nasional Flour Mill, Bekasi


Yang ini, sudah mengantongi ijin sejak 2005, tapi belum terdengar kabarnya (maafkan kalo ternyata sayanya yang kuper n belum updated):
- PT Asia Raya, Jawa Timur
- PT Kwala Intan New Grain, Medan


Kabar baiknya buat para pengguna terigu, industri makanan berbasis terigu, mereka bisa memilih terigu mana yang pas n sesuai dengan kebutuhannya. Bagi pabrik terigu sendiri pastilah akan berlomba-lomba untuk konsisten dalam kualitas dengan harga terjangkau. Bagi industri terigu Indonesia tentunya mengurangi impor terigu. Bagi profesional/praktisi di industri terigu, kesempatan kerja n karir pun bertambah. Nah, ternyata banyak pihak yang diuntungkan ya? Insya Allah… Semoga makin maju deh perteriguan di Indonesia.

Kangen Tongseng

Jumat, 04 September 2009

Secara sayanya sejak domisili di Jatim gak pernah ngrasain tongseng, jadi ngidam deh makan tongseng kambing. Saking kangennya jadi luangin waktu buat masak sendiri (hik..hiks..) buat berbuka puasa minggu kemarin. Hasilnya not bad, tapi masih belum menghilangkan kangenku. Inginku yang rasanya pedes menggigit itu loh. Duh Bu Fat (NCC) bikinin resep buat tongseng pedes dong.. Masak tinggal ditambahin cabe? Kayaknya gak deh.


Ini aku sharingkan resep yang kucoba dari webnya NCC. Tapi aku cuman nyoba 1/4 resep ajaah..



Bahan:
1 kg daging kambing campur tulang
5 sdm minyak untuk menumis.

Bumbu haluskan:
2 sdm ketumbar, sangrai
10 bh bawang merah
6 bh bawang putih
1 sdt jintan
½ sdt biji pala
1 sdt garam

Bumbu lain:
6 lbr daun jeruk purut
2 lbr daun salam
1 btng sereh, memarkan
1 ltr kuah gulai siap pakai.
6 sdm kecap manis
5 lbr daun kol
2 bh tomat, belah 4.

Cara membuatnya:
Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga wangi, masukkan daging kambing, aduk-aduk supaya terlumuri bumbu dan daging berubah warna. Masukkan daun jeruk, daun salam dan sereh, aduk rata, masak terus hingga mendidih dan daging empuk.
Menjelang diangkat, masukkan kol yang sudah dipotong kasar, dan tomat. Tutup wajan sebentar. Angkat.

Kangen Tongseng

Secara sayanya sejak domisili di Jatim gak pernah ngrasain tongseng, jadi ngidam deh makan tongseng kambing. Saking kangennya jadi luangin waktu buat masak sendiri (hik..hiks..) buat berbuka puasa minggu kemarin. Hasilnya not bad, tapi masih belum menghilangkan kangenku. Inginku yang rasanya pedes menggigit itu loh. Duh Bu Fat (NCC) bikinin resep buat tongseng pedes dong.. Masak tinggal ditambahin cabe? Kayaknya gak deh.


Ini aku sharingkan resep yang kucoba dari webnya NCC. Tapi aku cuman nyoba 1/4 resep ajaah..



Bahan:
1 kg daging kambing campur tulang
5 sdm minyak untuk menumis.

Bumbu haluskan:
2 sdm ketumbar, sangrai
10 bh bawang merah
6 bh bawang putih
1 sdt jintan
½ sdt biji pala
1 sdt garam

Bumbu lain:
6 lbr daun jeruk purut
2 lbr daun salam
1 btng sereh, memarkan
1 ltr kuah gulai siap pakai.
6 sdm kecap manis
5 lbr daun kol
2 bh tomat, belah 4.

Cara membuatnya:
Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga wangi, masukkan daging kambing, aduk-aduk supaya terlumuri bumbu dan daging berubah warna. Masukkan daun jeruk, daun salam dan sereh, aduk rata, masak terus hingga mendidih dan daging empuk.
Menjelang diangkat, masukkan kol yang sudah dipotong kasar, dan tomat. Tutup wajan sebentar. Angkat.

Tepung Whole Meal

Rabu, 26 Agustus 2009

whole meal flourWhole wheat flour atau whole meal flour (British term) atau dalam bahasa kita sering disebut tepung whole meal adalah tepung yang dibuat dengan cara menggiling keseluruhan biji gandum termasuk germ dan kulit/brannya. Warnanya lebih gelap/kecoklatan bila dibandingkan dengan tepung terigu biasa. Tepung whole meal digunakan dalam baking, tetapi biasanya ditambahkan ke dalam tepung terigu untuk menambah kandungan nutriennya yaitu fiber (serat) dan protein. Kalau pakai 100% whole meal ini untuk membuat whole meal bread di sini, kebanyakan konsumen tidak menyukainya, selain volumenya yang kecil n tidak mengembang juga teksture 100% whole meal bread ini sangat padat. Soal nilai gizi dan seratnya gak perlu diragukan lagi, kita sarapan sepotong saja, kenyangnya bisa sampai makan siang.
Tapi jangan tanya saya ya belinya tepung whole meal di mana? Secara saya selama ini emang dapat langsung dari pabrik terigu n tidak komersial. Bisa juga diakalin dengan mencampur tepung terigu biasa dengan wheat bran. Tapi kalo mau hunting mungkin bisa dicari di supermarket impor deh, biasanya dalam kemasan 1 kg-an.

Tepung Whole Meal

whole meal flourWhole wheat flour atau whole meal flour (British term) atau dalam bahasa kita sering disebut tepung whole meal adalah tepung yang dibuat dengan cara menggiling keseluruhan biji gandum termasuk germ dan kulit/brannya. Warnanya lebih gelap/kecoklatan bila dibandingkan dengan tepung terigu biasa. Tepung whole meal digunakan dalam baking, tetapi biasanya ditambahkan ke dalam tepung terigu untuk menambah kandungan nutriennya yaitu fiber (serat) dan protein. Kalau pakai 100% whole meal ini untuk membuat whole meal bread di sini, kebanyakan konsumen tidak menyukainya, selain volumenya yang kecil n tidak mengembang juga teksture 100% whole meal bread ini sangat padat. Soal nilai gizi dan seratnya gak perlu diragukan lagi, kita sarapan sepotong saja, kenyangnya bisa sampai makan siang.
Tapi jangan tanya saya ya belinya tepung whole meal di mana? Secara saya selama ini emang dapat langsung dari pabrik terigu n tidak komersial. Bisa juga diakalin dengan mencampur tepung terigu biasa dengan wheat bran. Tapi kalo mau hunting mungkin bisa dicari di supermarket impor deh, biasanya dalam kemasan 1 kg-an.

Gak Ikutan Puding Week NCC

Rabu, 25 Maret 2009

Bulan Maret ini seharusnya jadual bikin puding di NCC alias Puding Week NCC,  tapi badan kayaknya sudah  serasa "nafsu besar tenaga kurang" deh, he..he.. Secara sayanya lagi fokus nih menggarap project internet marketing, masih baking related sih, makanya enjoy-enjoy aja.  Trus perut ni juga tambah ndhut, udah  8 bulan (gak sabar nunggu "time for take on leave"). Jadinya meski bikin puding bisa dibilang lebih mudah, tapi sayanya absen gak ikutan dulu ah.....

Gak Ikutan Puding Week NCC

Bulan Maret ini seharusnya jadual bikin puding di NCC alias Puding Week NCC,  tapi badan kayaknya sudah  serasa "nafsu besar tenaga kurang" deh, he..he.. Secara sayanya lagi fokus nih menggarap project internet marketing, masih baking related sih, makanya enjoy-enjoy aja.  Trus perut ni juga tambah ndhut, udah  8 bulan (gak sabar nunggu "time for take on leave"). Jadinya meski bikin puding bisa dibilang lebih mudah, tapi sayanya absen gak ikutan dulu ah.....

Rahasia Sukses Membuat Donat Kentang

Senin, 09 Februari 2009

Tips ini saya kutip dari bu Fatmah di websitenya NCC, biar gak lupa n gak perlu nyari-nyari kalau perlu ntar. So.. apa sih rahasia suksesnya membuat donat kentang yang pasti uenak...?



Membuat donat sesungguhnya sangat mengasyikkan! Asalkan kita memberi perhatian khusus pada beberapa hal, Insya Allah, donat akan bundar cantik, dan lezaaat....

* Siapkan semua bahan terlebih dahulu tanpa ada yg boleh ketinggalan satupun, meski garam sekalipun.
* Ingat aturan bikin roti, ragi gak boleh ketemu garam dan atau mentega ya. Nanti raginya mati, gak mau mengembangkan adonan. Garam dan mentega masuknya setelah adonan setengah kalis.
* Haluskan kentang sampai benar-benar halus, kalau perlu pake blender, supaya adonan bisa licin dan gak gradakan :)
* Setelah halus, dinginkan kentang sebelum dibuat donat.  Terus kalau tidak dalam keadaan dingiiiinnn...waaa.., raginya langsung mati jeh.
* Buat adonan hingga kalis elastis, ikuti step by step pada resep, hingga ketika dibulatkan permukaannya halus licin. Bulatan yang halus dan licin akan membentuk donat yang bulat cantik ketika digoreng/merekah.
* Istirahatkan adonan lk. 20 s/d 30 menit (tergantung cuaca), tutup dengan plastik spy permukaannya tidak kering.
* Lubangi bagian tengahnya, goreng dengan panas sedang (supaya donat matang sempurna sampai kebagian dalam).
* Menggunakan sumpit, buat gerakan memutar pada lubang donat ketika donat mulai digoreng dan merekah, agar bentuknya membundar cantik. Gerakan memutar (sentrifugal) akan membantu terbentuknya donat yang bundar.
* Bila salah satu sisi sudah kuning kecoklatan, segera balik, teruskan menggoreng sampai kedua sisi coklat. Angkat. Tiriskan.

Rahasia Sukses Membuat Donat Kentang

Tips ini saya kutip dari bu Fatmah di websitenya NCC, biar gak lupa n gak perlu nyari-nyari kalau perlu ntar. So.. apa sih rahasia suksesnya membuat donat kentang yang pasti uenak...?



Membuat donat sesungguhnya sangat mengasyikkan! Asalkan kita memberi perhatian khusus pada beberapa hal, Insya Allah, donat akan bundar cantik, dan lezaaat....

* Siapkan semua bahan terlebih dahulu tanpa ada yg boleh ketinggalan satupun, meski garam sekalipun.
* Ingat aturan bikin roti, ragi gak boleh ketemu garam dan atau mentega ya. Nanti raginya mati, gak mau mengembangkan adonan. Garam dan mentega masuknya setelah adonan setengah kalis.
* Haluskan kentang sampai benar-benar halus, kalau perlu pake blender, supaya adonan bisa licin dan gak gradakan :)
* Setelah halus, dinginkan kentang sebelum dibuat donat.  Terus kalau tidak dalam keadaan dingiiiinnn...waaa.., raginya langsung mati jeh.
* Buat adonan hingga kalis elastis, ikuti step by step pada resep, hingga ketika dibulatkan permukaannya halus licin. Bulatan yang halus dan licin akan membentuk donat yang bulat cantik ketika digoreng/merekah.
* Istirahatkan adonan lk. 20 s/d 30 menit (tergantung cuaca), tutup dengan plastik spy permukaannya tidak kering.
* Lubangi bagian tengahnya, goreng dengan panas sedang (supaya donat matang sempurna sampai kebagian dalam).
* Menggunakan sumpit, buat gerakan memutar pada lubang donat ketika donat mulai digoreng dan merekah, agar bentuknya membundar cantik. Gerakan memutar (sentrifugal) akan membantu terbentuknya donat yang bundar.
* Bila salah satu sisi sudah kuning kecoklatan, segera balik, teruskan menggoreng sampai kedua sisi coklat. Angkat. Tiriskan.

Donat Week NCC (Donat Kentang)

donatweekncc2Menepati janji minggu kemarin, minggu ini giliran nyobain resep donat kentangnya bu Fatmah NCC nih. Bikinnya cuman separoh resep., jadi 14 donat @ 50 gram adonan. Alhamdulillaah... puas karena adonan bisa betul-betul kalis n "developed". Sayangnya sedikit overproof soalnya pas jatahnya menggoreng, masih nyambi sama pekerjaan rumah yang lain. He..he.. Rasa.. empuk. Laris manis deh.... meski ya karena overproof tadi jadi setelah dingin jadi mimpes banget waktu dimakan, meski juga gak sampe lengket di gigi. Sore waktu posting ini, si donat kentang tinggal 2 nih, buat bekal sekolah Taj besok.


donat-kentang_1Yang mau nyobain ini nih resepnya:



Bahan:
500 gr  Tepung terigu protein tinggi (saya pakai "Cakra")
50 gr    Susu bubuk
11 gr    Ragi instant (saya pakai "Saf Instant")
200 gr  Kentang, kukus, haluskan dan dinginkan
100 gr  Gula pasir
75 gr  Mentega (saya pakai margarine)
½ sdt   Garam
4 btr   Kuning telur
100 ml  Air dingin

Cara membuatnya:
1. Dalam wadah, campur tepung terigu, gula, susu bubuk, ragi instant, aduk rata, masukkan kentang halus ,tuang telur dan air dingin, uleni hingga rata dan setengah kalis.
2. Beri mentega dan garam, uleni terus hingga kalis elastis. Istirahatkan + 15 menit.
3. Bagi adonan, masing-masing 50 gr, bulatkan. Diamkan + 20 menit, hingga mengembang.
4. Lubangi tengahnya, menjadi bentuk donat, segera goreng sampai kuning kecoklatan.
5. Angkat, tiriskan. Taburi gula donat, atau hias dengan coklat.

Donat Week NCC (Donat Kentang)

donatweekncc2Menepati janji minggu kemarin, minggu ini giliran nyobain resep donat kentangnya bu Fatmah NCC nih. Bikinnya cuman separoh resep., jadi 14 donat @ 50 gram adonan. Alhamdulillaah... puas karena adonan bisa betul-betul kalis n "developed". Sayangnya sedikit overproof soalnya pas jatahnya menggoreng, masih nyambi sama pekerjaan rumah yang lain. He..he.. Rasa.. empuk. Laris manis deh.... meski ya karena overproof tadi jadi setelah dingin jadi mimpes banget waktu dimakan, meski juga gak sampe lengket di gigi. Sore waktu posting ini, si donat kentang tinggal 2 nih, buat bekal sekolah Taj besok.


donat-kentang_1Yang mau nyobain ini nih resepnya:



Bahan:
500 gr  Tepung terigu protein tinggi (saya pakai "Cakra")
50 gr    Susu bubuk
11 gr    Ragi instant (saya pakai "Saf Instant")
200 gr  Kentang, kukus, haluskan dan dinginkan
100 gr  Gula pasir
75 gr  Mentega (saya pakai margarine)
½ sdt   Garam
4 btr   Kuning telur
100 ml  Air dingin

Cara membuatnya:
1. Dalam wadah, campur tepung terigu, gula, susu bubuk, ragi instant, aduk rata, masukkan kentang halus ,tuang telur dan air dingin, uleni hingga rata dan setengah kalis.
2. Beri mentega dan garam, uleni terus hingga kalis elastis. Istirahatkan + 15 menit.
3. Bagi adonan, masing-masing 50 gr, bulatkan. Diamkan + 20 menit, hingga mengembang.
4. Lubangi tengahnya, menjadi bentuk donat, segera goreng sampai kuning kecoklatan.
5. Angkat, tiriskan. Taburi gula donat, atau hias dengan coklat.

Donat Week NCC (Donat ala J'Co)

Senin, 02 Februari 2009

donut-week-nccHeboh donat week di milis NCC, jadi ngiler buat ikutan nih. Kalo rata-rata temans NCC laporannya pada bikin donat kentang, sayanya terpikat buat nyobain Donat J'Co nya yang ala NCC juga dong.


Donat Ala J'Co NCC


:: Penulis : Fatmah Bahalwan



Bahan A:
850 gr tepung terigu “Cakra” / tepung terigu Jepang (Komachi) -- saya pakai "Cakra Kembar"
11 gr ragi instant
10 gr garam -- saya pindah ke bahan B
600 ml air matang

Bahan B:
200 gr tepung terigu “cakra” / tepung terigu Jepang
10 gr garam
60 gr susu bubuk FC
125 gr gula pasir
100 gr telur
125 gr mentega putih / shortening -- saya pakai margarine

Cara membuat:
1. Aduk bahan A sampai rata, istirahatkan selama 90 menit diwadah tertutup, jadikan sebagai bahan biang.
2. Campur adonan A dengan bahan B, lalu uleni sampai kalis. Lk. 10 menit. Istirahatkan di wadah tertutup selama 15 menit.
3. Gilas tipis adonan setebal lk. 1 cm, diamkan 10 menit, cetak dengan cetakan bentuk donat, diamkan 10 menit lagi.
4. Goreng dalam minyak padat dengan api kcil saja hingga berwarna kuning kecoklatan.
5. Angkat, dinginkan. Beri topping sesuai selera.

Nah... ini nih laporannya:

Adonan saya nih lengket banget, secara kitanya pake mixer manual diuleni by hand, he..he.. Padahal cuman bikin separoh resep loh... Tapi soal rasa... hhmmm..... yummy deh.  Crispy di kulit luar but empuk di dalam. Setengah resep jadi 27 donat @ 50 gram (bukan pake timbangan digital looh...). Trus rasa juga sedikit keasinan, he..he.. saya lupa ngurangin jumlah garam, secara sayanya pake unsalted margarine.


Insya Allah, minggu depan mau coba yang domat kentang deh. Taj, si buah hati udah niat banget buat mbantuin. Ntar bikin 250 gr terigu based aja, biar masih kuat nguleni. Secara nih perut sudah membesar n ngos-ngosan, he..he..


donat_jco_taj


adonan-donat-jco1 donat-jco_2

Donat Week NCC (Donat ala J'Co)

donut-week-nccHeboh donat week di milis NCC, jadi ngiler buat ikutan nih. Kalo rata-rata temans NCC laporannya pada bikin donat kentang, sayanya terpikat buat nyobain Donat J'Co nya yang ala NCC juga dong.


Donat Ala J'Co NCC


:: Penulis : Fatmah Bahalwan



Bahan A:
850 gr tepung terigu “Cakra” / tepung terigu Jepang (Komachi) -- saya pakai "Cakra Kembar"
11 gr ragi instant
10 gr garam -- saya pindah ke bahan B
600 ml air matang

Bahan B:
200 gr tepung terigu “cakra” / tepung terigu Jepang
10 gr garam
60 gr susu bubuk FC
125 gr gula pasir
100 gr telur
125 gr mentega putih / shortening -- saya pakai margarine

Cara membuat:
1. Aduk bahan A sampai rata, istirahatkan selama 90 menit diwadah tertutup, jadikan sebagai bahan biang.
2. Campur adonan A dengan bahan B, lalu uleni sampai kalis. Lk. 10 menit. Istirahatkan di wadah tertutup selama 15 menit.
3. Gilas tipis adonan setebal lk. 1 cm, diamkan 10 menit, cetak dengan cetakan bentuk donat, diamkan 10 menit lagi.
4. Goreng dalam minyak padat dengan api kcil saja hingga berwarna kuning kecoklatan.
5. Angkat, dinginkan. Beri topping sesuai selera.

Nah... ini nih laporannya:

Adonan saya nih lengket banget, secara kitanya pake mixer manual diuleni by hand, he..he.. Padahal cuman bikin separoh resep loh... Tapi soal rasa... hhmmm..... yummy deh.  Crispy di kulit luar but empuk di dalam. Setengah resep jadi 27 donat @ 50 gram (bukan pake timbangan digital looh...). Trus rasa juga sedikit keasinan, he..he.. saya lupa ngurangin jumlah garam, secara sayanya pake unsalted margarine.


Insya Allah, minggu depan mau coba yang domat kentang deh. Taj, si buah hati udah niat banget buat mbantuin. Ntar bikin 250 gr terigu based aja, biar masih kuat nguleni. Secara nih perut sudah membesar n ngos-ngosan, he..he..


donat_jco_taj


adonan-donat-jco1 donat-jco_2

Resep Roti Tawar

Minggu, 01 Februari 2009

Ada teman suami menanyakan tentang resep membuat roti tawar. Jadi pengin posting nih, secara sayanya juga dah kangen karena lama rasanya gak bikin roti tawar sendiri. Hampir 2 tahun ini kalo perlu cuman beli aja, padahal rasa n tekstur yang standar saya dapet dengan resep ini looh.....

Bahan – bahan:
1. Tepung terigu protein tinggi 1 kg
2. Ragi instant 15 gram
3. Gula pasir 60 gram
4. Mentega putih 60 gram
5. Garam 15 gram
6. Susu bubuk 40 gram
7. Air dingin 630 ml

Cara membuat  roti tawar:
1. Masukkan tepung terigu protein tinggi, ragi instant, gula pasir, dan susu bubuk, aduk hingga rata.
2. Tambahkan air sedikit demi sedikit dan aduk hingga adonan agak kalis.
3. Tambahkan mentega putih dan garam, terus aduk hingga adonan kalis.
4. Bulatkan adonan dan istirahatkan selama 10 menit.
5. Bagi adonan @ 450 gram dan biarkan selama 15 menit.
6. Adonan dibentuk roti tawar dan letakkan di loyang roti tawar yang
sudah dioles margarin. Ukuran loyang 18x9,5x10,5 cm.
7. Biarkan adonan mengembang ( + 90 menit ).
8. Panggang hingga matang, berwarna kuning kecoklatan (suhu + 200 C selama 20 menit).

Resep Roti Tawar

Ada teman suami menanyakan tentang resep membuat roti tawar. Jadi pengin posting nih, secara sayanya juga dah kangen karena lama rasanya gak bikin roti tawar sendiri. Hampir 2 tahun ini kalo perlu cuman beli aja, padahal rasa n tekstur yang standar saya dapet dengan resep ini looh.....

Bahan – bahan:
1. Tepung terigu protein tinggi 1 kg
2. Ragi instant 15 gram
3. Gula pasir 60 gram
4. Mentega putih 60 gram
5. Garam 15 gram
6. Susu bubuk 40 gram
7. Air dingin 630 ml

Cara membuat  roti tawar:
1. Masukkan tepung terigu protein tinggi, ragi instant, gula pasir, dan susu bubuk, aduk hingga rata.
2. Tambahkan air sedikit demi sedikit dan aduk hingga adonan agak kalis.
3. Tambahkan mentega putih dan garam, terus aduk hingga adonan kalis.
4. Bulatkan adonan dan istirahatkan selama 10 menit.
5. Bagi adonan @ 450 gram dan biarkan selama 15 menit.
6. Adonan dibentuk roti tawar dan letakkan di loyang roti tawar yang
sudah dioles margarin. Ukuran loyang 18x9,5x10,5 cm.
7. Biarkan adonan mengembang ( + 90 menit ).
8. Panggang hingga matang, berwarna kuning kecoklatan (suhu + 200 C selama 20 menit).

A Note of Baking and Food Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino